Desakan Pencopotan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, Menggema Hingga Jakarta

hukummakassar

JAKARTA, 12 September 2024 — Desakan untuk mencopot Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda Sulsel) Irjen Pol Andi Rian R Djajadi semakin menguat, tidak hanya di Sulawesi Selatan tetapi juga menggema di Ibu Kota Jakarta. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Serdadu Muda Nusantara (SEDARA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) pada Kamis, 12 September 2024, menuntut pencopotan sang Kapolda terkait dugaan pelanggaran kode etik profesi.

Para demonstran menuding Irjen Pol Andi Rian melakukan intimidasi terhadap wartawan yang meliput kasus pungutan liar (pungli) di wilayah hukumnya. “Kami sangat kecewa karena alih-alih mendukung pemberantasan pungli, Kapolda justru melakukan intimidasi terhadap jurnalis yang bertugas menyuarakan kebenaran,” kata Muhammad Senanatha, koordinator lapangan aksi tersebut. Desakan ini mendapat dukungan dari sejumlah tokoh aktivis, akademisi, dan organisasi pers yang melihat kasus ini sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers dan transparansi hukum di Indonesia.

Sementara itu, di Makassar, aksi serupa digelar oleh kelompok mahasiswa di depan kantor Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulsel, yang menuntut pencopotan Kasat Lantas Polres Bone, Kanit Regident Polres Bone, dan Kapolda Sulsel. Desakan tersebut semakin keras setelah dugaan pungli di Satlantas Polres Bone, yang diduga dibekingi oleh Kapolda Sulsel, mencuat ke publik.

Dalam orasinya, Wahyudi, salah satu orator aksi, menyatakan bahwa pencopotan Irjen Pol Andi Rian adalah langkah yang tepat jika dugaan intimidasi terhadap wartawan terbukti. “Ini bukan hanya tentang wartawan yang diintimidasi, tapi juga soal kebebasan pers dan penegakan hukum yang harus dijalankan,” tegasnya.

Para demonstran mengancam akan kembali dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kapolda Sulsel mengenai tuntutan ini.

Kasus dugaan intimidasi terhadap wartawan ini bermula dari laporan Heri Siswanto, seorang jurnalis Beritasulsel.com, yang mengungkap adanya pungli dalam penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas Polres Bone. Setelah pemberitaan tersebut, Heri diduga menerima intimidasi langsung dari Kapolda Sulsel, sementara istrinya yang merupakan ASN Polri di Polres Sidrap juga dimutasi ke Polres Kepulauan Selayar, yang diduga sebagai bentuk balas dendam atas pemberitaan tersebut.

Desakan untuk pencopotan Irjen Pol Andi Rian semakin kuat dan terus menggema, baik dari kalangan mahasiswa, aktivis, maupun tokoh pers. Semua pihak kini menunggu respons dari Mabes Polri dan pihak berwenang lainnya. (**)

Follow:
Berita kriminal bukan hanya tentang angka-angka kejahatan, tetapi juga tentang manusia dan kehidupan yang terdampak oleh peristiwa tersebut. Tugas saya adalah menyampaikan cerita-cerita ini dengan cara yang paling adil dan akurat.
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *